Seorang anak laki-laki, berusia 14 tahun ditemukan bunuh
diri di dalam lemari bajunya.
Saat mendengar pemberitaan seperti itu, apa yang ada
dibenak kita? Shock. Mungkin kata ini yang paling tepat untuk meggambarkan
perasaan kita. Paling nggak, gambaran ini saya bisa lihat dari teman-teman
sekantor, di Female Daily Network.
Pagi ini, Mbak Shanti, Managing Editor Female Daily
nge-share berita soal kematian almarhum Aga. Siswa SMP yang dikenal berprestasi
di sekolahnya. Sayangnya, Aga ini dikenal sebagi anak yang pendiam. Lewat pemberitaan
yang saya baca, kemungkinan besar Aga sifat tertutup Aga ini dikarenakan kondisi
orangtuanya sudah lama bercerai. Keputusan Aga untuk suicide, konon dipengaruhi
oleh Manga, Death Note, yang sering ia tonton atau baca.
Tapi, apa iya cuma karena itu?
Ya... nggak ada yang nggak mugkin, sih. Tapi rasanya
kalau cuma gara-gara baca komik atau nonton Manga, agak susah juga ya.
Maksudnya... pasti ada alasan lain di balik itu semua.
Yang jelas, sebagai Ibu dari anak laki-laki, saya tau
benar kalau anak laki-laki memang lebih tertutup di bandingkan anak perempuan. Tugas
kitalah yang harus bisa memancing mereka untuk bisa lebih terbuka.
Seperti yang dipesankan oleh Elly Risman, kita sebagai
orang tua harus bisa mengasuh dari kaca
mata anak-anak. Orangtua sering lupa
kalau mereka punya hutang yang besar, yaitu hutang waktu kebersamaan. Sering
kali yang diperhatikan orangtua hanyalah gizi fisik saja, sementara gizi
spiritual dan emosi sering dikesampingkan.
Aaaah.... jadi orangtua itu tugas yang sulit, ya! Proses
belajar nggak akan bisa berhenti pada satu titik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar