“Ibu.... ini mainan apa, sih? Bumi nggak suka...”
Duh, kebayang nggak kalau kita beliian mainan untuk si
kecil tapi ternyata yang dibeliin nggak suka? Iiih... KZL!
Duluuu.... saya sama sekali nggak pernah membayangkan kalau memilih maian untuk anak akan sesulit ini. Kenyataannya, setelah dianugrahi seorang anak laki-laki, saya baru sadar kalau memilihkan mainan itu memang gampang-gampang susah. Ternyata memang ada banyak faktor yang harus kita perhatikan sehingga mainan yang kita belikan bermanfaat untuk perkembangannya.
Duluuu.... saya sama sekali nggak pernah membayangkan kalau memilih maian untuk anak akan sesulit ini. Kenyataannya, setelah dianugrahi seorang anak laki-laki, saya baru sadar kalau memilihkan mainan itu memang gampang-gampang susah. Ternyata memang ada banyak faktor yang harus kita perhatikan sehingga mainan yang kita belikan bermanfaat untuk perkembangannya.
Memang apa saja sih yang harus diperhatikan? Buaanyaaak!
Sejauh ini, sih, saya akan memilihkan mainan yang sesuai
dengan usianya. Misalnya, nih, ketika Bumi bayi saya memilihkan mainan yang
bisa membantu menstimulai tangan atau kordinasi mata. Sementara sekarang ini
ketika Bumi sudah beusia balita, tentu saja saya lebih memilihkan mainan yang
bisa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Faktor lain yang nggak kalah
penting tentu kualitasnya, di mana produk mainan yang kita pilih memang harus
aman. Lagi pula, kalau beli mainan yang
kualitasnya baik itu kan jadi lebih awet. Tandanya, nanti bisa dilungsurin
untuk adik-adiknya Bumi #IbuBijak #IbuIrit
Yang pasti kalau ngomongin dunia anak-anak memang nggak
akan bisa dilepasin dari yang namanya bermain. Lewat bermain anak-anak bisa
belajar dan mengeksplorasi lingkungan
sekitarnya. Baik mempelajari hal-hal baru dan kapan harus menggunakan keahlian
tersebut, serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya mereka. Lewat bermain, kecerdasan
intelektual, koginitif, language, emosional sosial, bisa dikembangkan.
Syaratnya, memang jenis permainannya bervariasi dan
disesuaikan kemampuan anaknya lebih dulu. Jangan sampai kita beliin mainan
untuk yang nggak cocok untu perkembangan si anak. Selain memang nanti mainannya
jadi nggak menarik, memberikan mainan yang nggak sesuai dengan kebutuhan dan
perkebambangn anak malah bisa bikin stres atau depresi. Nah, tugas kita deh yang
harus tau milestone anak sesuai
usianya sehingga bisa memberikan mainan yang tepat.
Beruntung banget, beberapa waktu lalu saya diundang oleh
MommiesDaily yang mengadakan acara bersama Fisher Price. Wah, buat kalangan
ibu-ibu macam saya pasti sudah tau merek yang satu ini, dong, ya? Dari segudang
merek mainan yang saya tau, Fisher Price ini kualitasnya oke, banget! Aweet! Ya...
memang sih, dalam hal ini harga
memang nggak pernah bohong. Ada harga ada
rupa...
Bukti lain yang bisa menunjukan kalau Fisher Price® ingin
membantu para ibu macam saya memilihkan mainan yang tepat untuk anak-anaknya
lewat peluncuran “Play IQ… Lebih dari Main!”. Ada yang pernah mendengar soal
ini? Jadi, Di mana Play IQ, Lebih Dari Main ini merupakan sebuah sarana untuk
membantu orangtua memahami perkembangan fisik, kognitif dan sosial emosional
anak. Dengan memahami konsep Play IQ ini, kita sebagai orangtua bisa lebih
mudah mengukur tahapan tumbuh kembang anak, mengawasi kemajuan anak, dan
memberikan stimulus lewat mainan yang tepat. Tentunya disesuaikan dengan usia
dan tumbuh kembang si anak.
Konsep Play IQ ini dikembangkan berdasarkan pada 3 pilar
utama perkembangan anak yaitu, Fisik, Kognitif dan Sosial-Emosional (FKS).
Ketiga pilar ini akan berkembang seiring dengan tumbuh kembang anak. Konsep ini
akan menunjukkan lebih lanjut perkembangan masing-masing pilar sehingga orang
tua dapat memonitor perkembangan FKS anak mereka dan dapat memberikan stimulasi
agar tumbuh kembangnya maksimal.
Yang perlu digaris bawahi, tahap perkembangan anak nggak
bisa disamaratakan. Walaupun usianya, sama-sama 3 tahun, tapi perkembangannya
belum tentu sama. Dari 3 pilar di atas, Fisher Price mengidentifikasi ada 87
pencapaian perkembangan anak saat berumur 2 tahun.
Selain itu, untuk memudahkan para orangtua seperti kita
dalam mengukur perkembangan serta mengasah potensi anak, Fisher Price sudah
mengkategorikan sebagai 7 Persona Play IQ. Apa saja?
The Little Legend : anak menonjol dari sisi fisik
The Learner Lover : anak menonjol di sisi kognitif
The Natural Charmer : anak menonjol di sisi social
emosional
The Small World Explorer : anak menonjol di sisi fisik
/kognitif
The Born Leader : anak menonjol di sisi fisik /social
emosional
The Crowd Favorite : anak menonjol di sisi kognitif /
social emosional
The Big Time Player : anak menonjol di sisi fisik /kognitif/ social emosional
The Big Time Player : anak menonjol di sisi fisik /kognitif/ social emosional
Mau tahu si kecil sebenarnya masuk dalam kategori persona
yang mana? Coba kunjungi website Play Iq, deh!
.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar